April 18, 2014

Pembagian Dividen

Share

Divide et impera bukanlah nama lain dari dividen. Secara umum, pemegang saham menginginkan dividen lebih besar dari sebelumnya, sedangkan manajemen lebih suka menahan laba (retained earnings). Mereka minta pemegang saham untuk mengorbankan kepentingan mereka saat ini, demi kelangsungan perusahaan dan keuntungan jangka panjang mereka juga.

Selalu terjadi argumen teoritis yang mendukung reinventarisasi laba ke dalam bisnis, bila laba ditahan tersebut bisa diandalkan menghasilkan kenaikan laba yang lebih besar. Namun, ada argumen penolak yang kuat, misalnya laba tersebut adalah milik pemegang saham dan mereka berhak mendapatkannya dalam batas yang pastas. Dua kutub yang saling berkepentingan!

Kasus lain menunjukkan perbedaan, perusahaan plat merah (BUMN) sangat rajin memberikan dividen bahkan hingga tiga kali setahun. Hal ini terkait dengan “teriakan” atas nama pemasukan kas pemerintah. Semakin sering dividen dikucurkan maka pemegang saham semakin senang, contohnya seperti Telkom (TLKM), Gas Negara (PGAS), Aneka Tambang (ANTM), Bank Mandiri (BMRI), Semen Gresik (SMGR) dan sebagainya. Perusahaan lain yang cukup rajin memberikan dividen adalah Unilever (UNVR), Indofood (INDF) dan lainnya.

Pembagian dividen selalu bebarengan dengan laporan keuangan per kwartal, semester atau akhir tahun. News pembagian dividen yang lumayan biasanya turut mengerek harga saham karena banyak investor ingin menikmati “renyah” dividen. Dan selalu pula setelah hari pembagian berakhir, harga saham turut terkoreksi akibat aksi profit taking.

Bagi para penganut long term investing, pembagian dividen merupakan bentuk komitmen terbaik perusahaan kepada pemegang saham yang loyal, prinsip mereka seperti ditulis Gordon Litner “the bird in the hand theory”, “satu burung di tangan lebih berharga dari seribu burung di udara!”

 

Bermacam Bentuk Dividen antara lain:

Dividen Tunai, dividen yang disetor langsung secara tunai ke rekening bank investor.

Sebagai contoh, Perusahaan A membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 100 per lembar saham (setelah dipotong pajak dividen sebesar 20 %). Jika investor memiliki 50 lot ( 1 lot = 500 lembar saham ), maka keuntungan investor sebesar ( Rp 100 x 50 lot x 500 lembar), sejumlah Rp 2,5 juta.

Dividen Saham, kebijakan perusahaan memberikan bonus dividen dalam bentuk penambahan saham, berdasarkan proporsi kepemilikan saham.

Sebagai contoh, setiap 100 lembar pembagian saham lama dibagikan 5 lembar saham baru. Setelah hari pembagian dividen terakhir, maka pemegang saham telah memiliki hak atas 105 lembar saham.

Penting bagi anda, untuk membedakan antara dividen saham dan stock split (pemecahan saham). Stock split berarti pengaturan ulang struktur saham biasa dengan tujuan menciptakan harga pasar yang lebih rendah dan tidak berkaitan dengan laba perusahaan. Sedangkan dividen saham, pembagian laba perusahaan dalam bentuk saham atau tunai.

Dividen saham dalam bentuk apapun sepertinya kurang disukai. Investor bersikeras bahwa dividen saham itu tak lebih sekedar lembaran kertas, menimbulkan biaya dan bikin masalah. Investor lebih menyukai cash masuk ke rekening mareka.

Beberapa Tips Mendapatkan Dividen:

  1. Amatilah perusahaan yang memberikan dividen yield yang cukup diperoleh  dari setiap lembar saham.

Sebagai contoh, emiten A membagikan dividen sebesar Rp 100, jika harga saham Rp 2000 maka dividen yield sebesar (Rp 100/Rp 2000) x 100 %, sebesar 5 %.

  1. Biasanya investor membeli saham dengan nilai dividen yield yang cukup lumayan pada saat mendekati hari cum date, kenapa? Kerena harganya cenderung bergerak naik. Anda harus mencermati apakah harga saham sudah terlalu mahal atau masih terjangkau. Bika kemahalan, dividen yield akan semakin kecil.
  2. Cum date dividen adalah batas tanggal terakhir yang menentukan apakah investor berhak mendapatkan dividen atau tidak. Hanya investor yang tercatat memiliki saham hingga tanggal cum date yang berhak menerima dividen.
  3. Bagi investor yang memiliki saham pada tangga ex-date, maka tidak berhak mendapatkan dividen.
  4. Setelah tanggal ex-date dividen, biasanya harga saham turun sebesar prosentasi pembagian dividen, biasanya investor melepas sahamnya kembali. Segeralah jual saham anda tepat saat hari ex-date, saat pre-opening bursa sekitar pukul 09.10 WIB untuk mendapatkan antrian dan harga yang lebih cepat.
  5. Biasanya, perbedaan antara hari cum date dividen dengan hari ex-date dividen hanya satu hari!
  6. Selanjutnya anda tinggal menunggu dana cash masuh ke rekening anda, tentu stelah dipotong pajak pph 20 %.