Saham Online .

Senin, 29 Mei 2017 | 08:00 WIB

Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha dan istrinya Cynthia Riza bersama Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia, Hamdi Hassyabaini menyaksikan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. Giring telah menjadi investor pasar modal sejak 2008. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta -Indeks harga saham gabungan pada Senin, 29 Mei 2017 diprediksi menguat dan bergerak di kisaran 5.672 hingga 5.797.

Baca: Bursa Saham, IHSG Kembali Terkoreksi Pascarebound

William Surya Wijaya, analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, mengatakan pada awal pekan pendek yang merupakan pekan terakhir pada Mei, harapan baru menjelang bulan baru akan turut menyertai pola gerak IHSG hingga awal bulan depan. Namun, gejolak harga komoditas masih akan cukup mempengaruhi pergerakan IHSG dalam waktu dekat.

Baca: IHSG Berpeluang Menguat, Cermati 6 Saham Pilihan Ini

“Hal ini tentunya juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola gerak IHSG. Momentum koreksi wajar masih dapat dijadikan peluang untuk melakukan akumulasi pembelian untuk investasi jangka menengah,” tutur William dalam riset yang terbit pada Minggu, 28 Mei 2017.

Menurut William, IHSG berpotensi menguat di kisaran 5.672-5.797 pada perdagangan Senin, 29 Mei 2017. Pada Jumat, 26 Mei 2017, IHSG ditutup di posisi 5.716,81, naik 0,23 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Analis Reliances Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG menguat terbatas dengan rentang 5675-5795. Dia mencatat ada tujuh saham yang patut diperhatikan di antaranya untuk emiten berkode AKRA, BBNI, PTBA, ISAT, MAIN, MYOH dan MYOR.

BISNIS.COM

—–
Distribusi : SahamOnline.com

Tempo.co News Site

Tagged with: